40 TAHUN PERISTIWA 65
Mengingat pentingnya “peringatan 40 tahun peristiwa 65” bagi seluruh nasion Indonesia, ditinjau dari berbagai segi, maka website http://perso.club-internet.fr/kontak/ membuka rubrik khusus yang diberi nama “40 tahun peristiwa 65”. Dibukanya rubrik khusus ini dimaksudkan untuk bisa ikut partisipasi dalam mengangkat terus-menerus masalah besar dan mengandung penuh riwayat ini, yang telah terjadi dalam sejarah bangsa sejak 1965.
Dalam rubrik ini diusahakan disajikan berita, tulisan, wawancara dan lain-lain bahan dari berbagai kalangan, dengan tujuan untuk mengajak sebanyak mungkin orang merenungkan bersama secara serius apa artinya 40 tahun peristiwa 65 bagi kehidupan bangsa dan negara kita, dan pelajaran apa saja yang bisa dan perlu kita tarik dari padanya. Juga diusahakan penyajian tulisan-tulisan atau bahan-bahan yang bisa membantu perluasan dan pendalaman pandangan kita mengenai soal-soal penting bangsa, umpamanya: soal peristiwa G30S itu sendiri, soal “terlibat tidaknya PKI” dalam G30S, soal digulingkannya Bung Karno oleh pimpinan TNI-AD, soal pengkhianatan Suharto, soal pembantaian besar-besaran terhadap orang-orang tidak bersalah, soal pemenjaraan sewenang-wenang para tapol, soal penderitaan keluarga korban peristiwa 65, soal peran asing dalam peristiwa 65, soal rehabilitasi para korban, soal berbagai kejahatan dan kesalahan Orde Baru, dan 1001 soal-soal penting lainnya.
Disajikannya berbagai tulisan dan bahan dalam rubrik “40 tahun peristiwa 65”, diharapkan merupakan sumbangan dalam usaha kita bersama untuk memupuk kesedaran banyak orang atas sangat pentingnya rasa perikemanusiaan, rasa persaudaraan, dan solidaritas sosial, di kalangan bangsa kita, yang dewasa ini sedang mengalami berbagai persoalan besar dan rumit, sebagai warisan Orde Baru.
Sekitar kebangkitan komunisme dan masalah peran TNI-AD (oleh A. Umar Said)
Komunisme, masihkah menakutkan ? (oleh Benny Soesetio)
Bung Karno dituduh Antonie Dake sebagai dalang G30S !
Kasus spanduk Idul Fitri bergambar palu arit ( oleh A. Umar Said)
Kapankah Soeharto diseret ke pengadilan ? (oleh A. Supardi, Amsterdam)
The forgotten Holocaust of Indonesia (oleh Ibrahim Isa)
Rekonstruksi dan refleksi Tragedi 65 (oleh : Baskara T. Wardaya, SJ)
Kumpulan puisi EKSEKUSI ke-I tentang peristiwa 65 (oleh Haryo Sasongko)
Kumpulan puisi EKSEKUSI ke-II tentang peristiwa 65 (oleh Haryo Sasongko)
Kumpulan puisi EKSEKUSI ke-III tentang peristiwa 65 (oleh Haryo Sasongko)
Terbuang karena G30S (Kisah mantan dubes Ali Chanafiah dan para mahasiswa
TRAGEDI 1965 adalah TRAGEDI NASION, adalah TRAGEDI KEMANUSIAAN (oleh Ibrahim Isa)
Sekilas tentang Peringatan 40 Tahun Peristiwa 65 (berita)
Peringatan 40 Tahun Tragedi Nasional 65 di Nederland
Peranan Nekolim dalam Tragedi Nasional 1965 (oleh A.S. Munandar)
Setelah 40 Tahun Peristiwa G30S Berlalu (oleh: Salahudin Wahid)
Makna kata "KEBLINGER" pemimpin PKI dalam G30S (oleh : Harsutejo, Asahan Aidit, Maria Harsono)
Bedah buku Antologi Tragedi 65 (Jonathan Rahardjo)
Gelapnya jalan menuju ke kebenaran dan keadilan (oleh M.D. Kartaprawira)
Prof. Ben Anderson tentang Suharto, G30S, PKI, TNI, pembunuhan dll (wawancara dengan Radio Nederland)
G30S, terlibatkah Suharto (oleh James Luhulima dalam Kompas)
Surat dari Australia tentang korban 65 (oleh V. T. Taher)
Fakta kebenaran korban tragedi 65 (oleh: LPR-KROB, LPKP 65 dan Pakorba)
Mama tak pernah menangis ( oleh : Svetlana, putri tertua Njoto, Wakil Ketua CC PKI)
40 Tahun Tragedi 1965 ( oleh : Harsutejo)
Fakta Kebenaran Tragedi 65 (tulisan Utomo.S)
Siapa yang sesungguhnya kudeta terhadap pemerintahan Presiden Sukarno (tulisan Mr Y. Pohan)
APA YANG TERJADI DI INDONESIA? « Oktober 1965 » (terjemahan Ibrahim Isa dari tulisan Ben Anderson)
Bukankah orang-orang klayaban dan jutaan para korban itu juga saudara kita (oleh Teewoel, nama samaran)
Tulisan mengharukan anak Njoto Wk Ketua CC PKI, oleh iramani id
Pengalaman korban peristiwa 65 adalah guru besar bangsa, oleh A. Umar Said
Buku Antologi peringatan 40 tahun peristiwa 65, Puisi – Cerpen – Esei dan “Curhat”.
Perempuan korban menggugat senyap, oleh Tim Lingkar Tutur Perempuan
Tetap menulis di usia 82 tahun, oleh Yuli Ahmada
Amboi, orang-orang sekampung, oleh Mawie Ananta Jonie
Buku tulisan seorang anak tapol, oleh Felix Lengkong
Aib besar dan dosa berat ini harus kita buang jauh-jauh , ajakan renungan A. Umar Said
Memperingati 40 tahun peristiwa 65, ajakan renungan A. Umar Said
Renungan tentang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, ajakan renungan A. Umar Said
Menunggu telinga tumbuh, cerpen dengan latar belakang peristiwa 65, dimuat Kompas 31 Juli 2005
Kisah para perempuan korban peristiwa 65, oleh Francisca Ria Susanti, Sinar Harapan 29 Juli 2005
Suharto bukan "Petruk" tapi "Petrus", tulisan oleh Ibrahim Isa
---:::---